Rabu, 09 Agustus 2017

Surat ini kutuliskan untuk diriku dimasa depan. Agar nanti aku tidak lupa diri.
Hai diriku, selamat untuk usia yang membawamu mengenal banyak hal. Jangan lupa tentang masa kecilmu yang berlari-lari di pematang sawah dan mencari kayu bakar. Perlu kuingatkan hal ini padamu, supaya kamu tidak menjadi angkuh.

Hai diriku, ketika menulis surat ini aku sedang membayangkan diriku sedang berdiri di depan kelas, membagi setiap hal yang bisa kubagi kepada mahasiswa-mahasiswa beruntung. Kau sendiri paham, cita-citaku adalah menjadi seorang dosen. Aku tidak tau takdir seperti apa yang disuratkan Tuhan padaku. Saat ini aku sedang bermimpi tentang itu.

Hai diriku, masa kecilmu bahagia. Jadi jangan pernah sakiti orang lain. Semua cinta yang kau dapatkan melalui celotehan ibu dan nasehat bapak, kuharap kau bagi untuk orang-orang di sekitarmu. Semoga engkau bersedia rendah hati agar cinta selalu mengelilingimu.

Hai diriku, apakah saat ini kau sedang merindukan ibu dan bapak? Ketika surat ini kutulis, aku sedang bersama mereka. Barusan aku baru saja memijit punggung ibu. Katanya punggungnya sakit karena tiga hari ini memupuk jagung di ladang kita. Aku tidak tau kau sedang apa ketika membaca surat ini kembali. Namun kupastikan kau sedang merindukan mereka.

Hai diriku, beberapa hari yang lalu bapak berpesan agar kelak anak-anaknya tidak lupa berdoa dan bersyukur setiap waktu. Sudahkah kau ikuti nasehat bapak hari ini? Jika tidak, maka ingat-ingat lagi pesan bapak yang lalu-lalu, ku harap kau mengharu biru.

Hai diriku, kau pasti sudah kenal betul karakter ibu. Ibu seorang yang sabar. Mengapa tidak mencontoh sabar ibu? Mungkin saat kau membaca surat ini kembali, kau sedang dalam keadaan putus asa. Ingatlah sosok ibu, semoga hatimu sekuat hati ibu.

Hai diriku, aku sedikit bercerita tentang keadan saat ini. Kakak baru saja menikah. Adik masih semester 5, ibu sedang tidur sangat nyenyak setelah kupijit, bapak sedang menonton acara tinju di televisi. Tadi pagi kita berempat berkumpul di dapur dan bercerita beberapa hal. Kau pasti rindu suasana hari ini kan? Namun waktu tidak pernah berjalan mundur. Keadaan hari ini tidak akan pernah terulang persis sama.

Hai diriku. Kuharap nasib baiklah yang bersamamu. Seperti doa-doa bapak dan ibu setiap ulang tahun, agar anaknya menjadi kebanggaan dan berguna bagi orang lain. Ketika membaca surat ini kembali, ku harap kau kenang setiap masa-masa sulit yang telah kau hadapi, agar semangatmu tidak pernah padam dibunuh jenuh.

Hai diriku, ketika menulis surat ini, aku sedang tidak bisa tidur. Aku sedang memikirkan cara agar bisa mendapat beasiswa LPDP untuk S2 di Yogyakarta. Kau sendiri tau, keuangan keluarga kita sedang  minus, bagaimana mungkin kuharapkan uang ibu bapak untuk mengejar S2. Oleh karenanya aku sedang berpikir keras untuk itu. Mungkin nanti, ketika membaca surat ini kau berucap dalam hati. Ini diriku, dengan gelar master. Aku telah menaklukkan mimpiku.

Hai diriku, ini surat pertama yang kubuat untukmu di masa depan. Jika tidak sibuk, akan kulanjutkan menulis surat berikut untukmu. Sebagai pengingat agar kau tidak menjadi sombong.

Liria Lase,
Pasar Usang
10 Agustus 2017
00.29 am

Surat Untuk Diriku di Masa Depan

Selasa, 08 Agustus 2017

"Aku bisa apa Naya? Orang tuamu sudah menerima lamaran Edo untukmu. Tolong kamu jelaskan kita ini sedang apa? Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk bersama"
"Bram, aku sudah sangat bersabar menunggu kepastian darimu. Berulang kali aku bertanya kapan datang bertemu dengan orang tua ku, ternyata kamu tak cukup nyali untuk itu? Aku ini perempuan, dua tahun bersama artinya kau sudah mengenal ku dengan cukup. Lalu kau hanya menyanggupiku sebatas pacar. Aku ini perempuan, aku ingin kepastian darimu"
"Bahasa apalagi yang harus kuucapkan padamu Nay? Aku akan datang kepada orang tuamu jika waktunya sudah tepat. Aku janji untuk itu"
"Waktu yang tepat menurutmu, bukan menurut ku. Hubungan itu berdua Bram, bukan sendiri. Aku tak tau kapan waktu yang tepat menurutmu itu. Aku rasa ini memang jalan terbaik untuk hubungan ini. Jangan ada kata kita lagi. Aku sudah cukup sabar menunggu Bram. Terima kasih untuk cinta terbaik darimu"
"Nay, kamu masih ingat dengan pertanyaanmu dulu? Kamu bertanya  jika nanti kamu tidak lagi mencintaiku, apa yang akan aku lakukan?  Saat itu aku menjawabnya bahwa aku akan membuat kamu mencintaiku lagi. Namun untuk perihal yang satu ini, aku harus mengingkarinya. Sekeras apapun aku berusaha untuk membuatmu jatuh cinta lagi, kau tetap akan bersama Edo kan"
"Bram, maafkan aku"
"Aku maafkan Nay, dengan ketidakikhlasanku"
"Bram maafkan aku. Maaf"
===================================================================
Hari hari berlalu, lamaran Edo terus berlanjut. Keluarga besar telah berkumpul untuk menentukan tanggal pernikahan. Di kamarnya Naya masih tidak mampu menjelaskan perasaan apa yang sedang berkecamuk di hatinya. Bukan bahagia, namun bukan juga kesedihan. Naya ingin menangis, namun tidak bisa. Naya hanya sering mematung sendiri di depan cermin kamarnya.
"Ada apa Naya? Kamu masih kepikiran dengan Bram?"
"Bu, Naya merasa sangat jahat dengan mas Bram. Naya meninggalkan dia lalu menerima lamaran mas Edo. Naya seharusnya bagaimana bu?"
"Nay, jodoh rezeki dan kematian itu adalah rahasia semesta. Kamu tidak salah apa-apa dalam hal ini. Coba berdoa dan mohon diberi petunjuk dari Tuhan"
"Bu, terima kasih untuk semuanya"
"sama-sama Naya, kamu harus siap-siap, keluarga Edo akan tiba sebentar lagi"
"Baik bu"
Secarik kertas di atas meja rias, dan Naya mulai merangkai kata :
"Dear Mas Bram
Aku selalu berdoa agar mas diberikan kesehatan. Aku sedang tidak bisa berpikir jernih. Surat ini kutuliskan dengan hati-hati, mohon maaf untuk kata-kata selanjutnya. Mas, hari ini penentuan tanggal pernikahan antara  aku dan mas Edo. Aku belum mampu mengatakan bahwa aku mencintai Edo. Aku masih mencintaimu. Hanya saja kamu harus tau, pernikahan bukan hanya tentang cinta saja. Aku melihatmu sebagai laki laki yang gila kerja. Kau korbankan cintamu demi karir dan demi prinsip hidupmu itu. Kau sedang membangun istana tanpa penghuni mas. 
Kau kumpulkan uang-uang itu dengan melepaskan satu persatu cinta di dekatmu. Aku bertanya, kapan terakhir kali kamu hadir di hari-hari terbaiku? Bahkan dua kali ulang tahunku kau tidak pernah ada. Hanya uang-uang dan uang yang kau pikirkan. Jangan katakan bahwa ini adalah untukku, untuk masa depan yang kau idam idamkan itu. Aku sedang tidak tergiur dengan masa depan impianmu itu. Semuanya hanya mengaburkan masa depanku. Aku sedang tidak berpikir jernih mas, maafkan aku. Semoga wanita terbaik yang kelak menemanimu.
                                                                                                  - Naya
Naya melipat surat itu lalu menitipkan pada adiknya Rena. Sedikit tenang perasaannya, Naya bisa menjelaskan apa yang membuatnya memilih Edo. Ketukan pintu kamar sekaligus memanggil Naya untuk keluar dan bertemu dengan keluarga Edo.  Sore itu Edo mengajak Naya untuk berbicara hanya berdua saja. Naya memilih tempat di kolam samping rumahnya yang cukup teduh.
"Naya, kamu tau kan ini murni adalah perjodohan. Aku belum mengenalmu terlalu dalam. Lalu mengapa kamu mau menerima ku?"
"Mas, aku sedang memikirkan pernikahan yang indah. Aku bisa hidup bahagia dengan suami dan anak-anakku. Yang aku tau kamu adalah laki laki yang bertanggung jawab, dan aku percaya kamu bisa memberikan pernikahan yang indah itu"
"Bagaimana jika kenyataannya kamu tidak merasa bahagia denganku Naya?"
"Aku akan membuat kebahagian itu ada mas"
"Bagaimana dengan masa lalumu Naya?"
"Aku sudah tidak bersamanya. Aku tidak menemukan sedikitpun bayangan pernikahan yang indah bersamanya. Dua tahun bersamanya hanyalah usaha menunda perpisahan. Kurasa kita tidak perlu menceritakan tentang masa lalu mas"
"Baiklah Nay, Aku mencintaimu juga pikiranmu"
"terima kasih mas"
===================================================================
Surat Naya untuk Bram sampai tepat waktu. Karena surat itu, Bram terdengar melamar Ayu. Teman sekelasnya sewaktu SMA dulu. Cinta kadang begitu, dia tak ingin menunggu lama. Semua adalah pilihan, Jika Naya memilih tetap bersama Bram, bisa saja tidak akan ada dua pernikahan dalam waktu satu tahun ini.


Liria Lase
Pasar Usang,
01 Juli 2017

JODOH

Selasa, 25 Juli 2017

Bolehkah aku merasa bosan ketika kau sedang cinta cintanya? Seperti hal yang sama kau lakukan padaku dulu. Tidak kau balas pesanku, jika pun kaubalas hanya sekali sehari ketika malam saja dan itu dengan obrolan sangat singkat. Bukannya balas dendam mas, aku hanya ingin memberitahumu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu. Lalu setelahnya kau katakan sedang bosan padaku. Terlalu jujur memang. Aku suka kejujuranmu. Tapi bukan berarti aku bahagia mempunyai kekasih yang sejujur dirimu. Jika bosan, maka tinggalkan saja. Jangan lagi kau beri cinta untuk orang yang membuatmu bosan. Aku takut jika suatu masa nanti kau bosan lagi, lalu setelah itu kau cinta lagi, bosan lagi, cinta lagi.

Seperti sebuah lagu dari dari Rio Febrian – Jenuh. Hal yang wajar memang akan ada rasa jenuh dalam kita. Tapi aku berharap jangan menyakitiku dengan rasa rasa itu. Jika aku jenuh, aku memilih untuk mengingat lagi masa-masa dulu yang jauh dari kata jenuh. Tapi kamu lebih memilih abai padaku. Sebelumnya kuucapkan terima kasih karena pernah memberi bahagia, pernah memberi abai lalu cinta lagi. Aku selalu berada pada masa-masa mengejutkan setiap harinya. Hari ini diabaikan, besok dicintai, lusa di abaikan kembali.

Perihal abai abai mu, aku sudah sangat kenyang. Ibaratkan makan abai setiap lusa lalu menjadi kenyang. Kau mengerti bahasaku kan? Hari-hariku rusak karena abai abai mu, sekarang tidak lagi ku relakan hal sama terulang. Saat ini ketika kau sedang cinta-cintanya, aku akan memberitahumu bagaimana rasanya di beri abai untuk waktu yang lama sampai kau beranjak dari hatiku.


Liria Lase
Pasar Usang,
26 Juli 2017


*Tulisan yang dimuat disini terinspirasi dari cerita seorang teman

Sudah Kenyang dengan Abaimu

Senin, 24 Juli 2017

Mendengarkan sebuah lagu adalah hal yang menyenangkan hampir bagi semua orang. Apalagi jika lagu yang kita dengarkan sesuai dengan selera musik yang kita sukai. Seperti saya yang pecinta musik pop dan juga genre musik raggae. Disamping musik itu menyenangkan, akan ada suatu lagu yang ketika kita dengarkan seolah olah kita kembali kemasa lalu. Maksudnya begini : Ketika dulu saat masih semester satu, ketika itu saya kos dan tidak tinggal bersama orang tua. Ketika kuliah umum bahasa Inggris, dosen saya yang bernama pak Indra memberi tugas agar mendengarkan lagu "Maywood - Mother How Are You Today". Dari lagu tersebut pak Indra memberikan kuis kepada kami. Karena lirik dan irama lagunya bagus, saya dan teman-teman kos mendengarkan lagu itu hampir setiap hari. Karena kami anak kuliahan rata-rata adalah anak kos dan jauh dari orang tua, kami langsung jatuh cinta dengan lagu ini. Itu lagu bahasa Inggris kedua yang bisa saya hafal liriknya full setelah lagu Happy Birthday :P
Tadi malam, saya mendengarkan kembali lagu "Mother How Are You Today" ini. Tiba-tiba ada perasaan sedih, sendu, senang dan saya tidak bisa menjelaskan apa namanya perasaan itu. Saya kembali mengingat kenangan-kenangan 5 tahun yang lalu ketika masa-masa cukup sulit terjadi di awal perkuliahan. Bahkan saya bisa mengingat hampir detail kejadian-kejadian yang saya alami di masa-masa saya mendengarkan lagu tersebut. Memang semester satu adalah saat-saat yang cukup berat untuk saya. Dan lagu Maywood tersebut selalu mengingatkan saya tentang masa masa itu. 
Beberapa waktu yang lalu, saya juga mendengarkan lagu Wali - Dik. Saya ingat, lagu wali itu sedang naik daun ketika saya masih SMP. Mendengarkan lagu Wali - Dik ini, membuat saya mengenang lagi masa-masa SMP hampir disetiap detailnya. Dan ada perasaan sendu ketika mendengarkan lagu itu.
Dan salah satu lagu yang paling berkesan pada saya dulu adalah lagu " Novita dewi ft Alex Rudiat - Hingga Menutup Mata" dan satu lagi lagu "Coldplay - Fix You". Kenangan yang hadir ketika mendengarkan lagu amat pekat. Sepekat rasaku padamu. eh :P
Setelah mendengarkan lagu-lagu yang menghadirkan kenangan masa lalu itu, saya merasakan bahagia, rasa “plong” dan rasa “itu”-rasa yang tidak bisa di jelaskan. Pastinya bukan hanya saya yang merasakan hal serupa.

Liria Lase
Pasar Usang,

25 Juli 2017

Kenangan Bisa Hadir Melalui Lagu

Jumat, 21 Juli 2017

Selamat pagi
Apa kabar mu?
Masih betah dengan sibuk sibukmu?
Ahaa, aku yakin kau masih sangat sibuk 
Mencari harta, mencari tahta, mencari fana
Teruskanlah, aku hanya akan mengamatimu

Selamat sibuk untuk hari ini
Tanpa jeda, tanpa spasi, tanpa rehat
Siang adalah siang, malam adalah siang
Masing kurangkah waktu yang kau butuhkan?

Selamat menikmati hidup
Mungkin saja kau sedang bahagia dengan sibukmu
Aku harap tidak ada penyesalan dengan prinsipmu
Jangan lupa bahagia

Liria Lase
Pasar Usang,
22 Juli 2017

Jangan Lupa Bahagia

Kamis, 20 Juli 2017

Jika aku laki laki
Kakiku akan mengembara jauh jauh dan sangat jauh
Jika aku laki laki
Akan ku temukan bahagiaku dimana mana
Jika aku laki laki
Akan ku jejaki puncak gunung tertinggi
Jika aku laki laki
Akan ku jelajah hutan rimba di sana
Jika aku laki laki
Akan ku selam laut laut di samudra

Jika aku laki laki. .

Jika Aku Laki Laki

Rabu, 19 Juli 2017

Pa, boleh kududuk di sampingmu?
Telah ku buatkan segelas kopi hitam, segeralah minum selagi masih panas
Barangkali penatmu bisa berkurang dari kopi buatanku

Pa, ceritakan padaku sekuatnya apa cangkul yang kau ayun
Hingga tangan mu kasar bagini
Aku ingin mendengar cerita cerita tentang padi kita yang menguning, tentang jagung yang subur

Pa, bagaimana caranya menjadi sekuat engkau?
Dalam peluh dan lelah kau mampu tersenyum
Di bawah matahari siang kau masih ayunkan cangkulmu

Hari sudah malam pa, beristirahatlah
Semoga Tuhan selalu memberkati


Liria Lase
Pasar Usang,
19 Juli 2017
20.05

Pa, boleh kududuk di sampingmu?

Selasa, 18 Juli 2017

Selasa pagi..
Matahari, gerimis dan pelangi tebar pesona padaku
Tau sekali aku sangat suka mereka
Mantel biru setengah butut kubiarkan di dalam jok motor
Aku benar-benar tidak butuh mantel saat ini
Aku ingin menikmati setiap tetes gerimis yang jatuh
Juga cahaya matahari pagi yang orange muda
Juga pelangi setengah lingkaran
Pagi yang sangat indah pikirku
Siul siul kecil menemani perjalanan menuju kantor
Ada bahagia, ada senyum, ada ketenangan
Terima kasih untuk selasa pagi yang Indah, Tuhan

Liria Lase
Pasar Usang,
18 Juli 2017

Matahari, Gerimis dan Pelagi di Selasa Pagi

Minggu, 16 Juli 2017

Aku lebih baik membungkam mulutku, dari pada mengatakan pada mereka bahwa aku tidak mencintaimu. Jelas jelas ini cinta, tapi mereka memaksa ku untuk mengakui bahwa aku sedang ditipu olehmu. Aku tidak percaya mereka, namun aku juga tidak mampu mempercayai diriku yang sekarang ini seperti orang gila karenamu. Sepertinya hanya kamu yang bisa menjelaskan perihal apa yang sedang terjadi diantara kita. Aku dan mereka sedang membutuhkan jujur dari dalam hatimu. Agar aku dapat menjelaskan pada mereka bahwa ini adalah cinta.

Perlahan ketika aku semakin mencari-cari jawaban untuk semua pertanyaanku dan pertanyaan mereka. Aku mendapati diri semakin jatuh ke dalam hidupmu. Oh, aku salah, aku harus semakin bergantung padamu. Aku semakin tidak mempercayai diriku. Aku tidak lagi menjadi diriku sendiri. Dan aku kehilangan orang-orang yang peduli padaku.

Ternyata waktu menjelaskan semuanya. Tidak perlu menunggu jujurmu, aku semakin mengerti mengapa orang orangku memaksa aku untuk menjauh darimu. Beberapa hal yang  terjadi cukup menjelaskan perihal siapa dirimu. Dulu, dulu, dan dulunya lagi, kau pernah dengan sengaja menyakiti hati beberapa wanita. Dan aku baru tau tentang itu. Pikirmu aku adalah wanita selanjutnya yang bisa kau sakiti? Sebelum itu terjadi aku akan lebih dahulu menghapus kenang manis yang pernah ada. Meski tidak sebentar, namun aku akan berusaha dengan kuat. Mengembalikan diriku seperti sebelum bertemu denganmu.


Liria Lase
Pasar Usang,

17 Juli 2017

Perihal Kamu

Sabtu, 15 Juli 2017

Waktu dapat menggulir kita. Orang-orang baru dengan kepintaran baru bisa saja menyingkirkan kita.  Jika tidak berbenah ya bisa kalah. Generasi  Alpha lahir dengan keadaan semuanya serba instan, serba canggih, serba ada untuk kelangsungan hidup dan serba menggunakan intelektual. Apa kabar dengan generasi Baby Boomer? Atau generasi Millenium? Tidak tepat rasanya jika setiap generasi dibandingkan hanya untuk mendapatkan nilai. Ada generasi Baby Boomer, generasi  X, generasi Y, generasi Z dan sekarang adalah generasi Alpha. Semuanya mempunyai keunggulan masing-masing, sepaket dengan kekurangannya.


Menyadari itu, artinya kita ini terkotak kotak dari pandangan generasi tahun lahir.  Kita harus belajar agar bisa menyesuaikan diri dengan masing-masing generasi yang pasti akan selalu berhubungan dengan keseharian kita. Saya di generasi Millenium merasakan perbedaan yang cukup banyak dengan generasi Z. Di beberapa organisasi yang saya ikuti, generasi Z terlihat lebih kritis, namun rasa simpati dan empatinya lebih terasa di lakukan oleh generasi Millenium. Ini hanya penilaian singkat saja menurut persepsi saya.


Liria Lase
Pasar Usang,
15 Juli 2017

Generasi Millenium

Kamis, 13 Juli 2017

Setiap hari, ketika bangun dari tempat tidur hal yang seharusnya dilakukan adalah bersyukur dan berdoa. Bersyukur atas pertolongan Tuhan selama satu malam, dan berdoa untuk semua aktivitas dari pagi sampai malam menyambut kita kembali. Kenyataan yang sering terjadi adalah kita lupa untuk melakukan dua hal penting itu. Bangun dengan tergesa-gesa, melakukan rutinitas diawali dengan terburu-buru. Ditambah jika kita adalah tipe yang susah bangun pagi, rasanya ingin berkurung saja di dalam selimut. Namun, hidup mengharuskan kita untuk bangun, melakukan aktivitas, bertemu dengan orang-orang sekitar atau melakukan hal apapun yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Manusia adalah mahkluk hidup, jika menilai kata “hidup” yang artinya bergerak (kamus KBBI).  Sudah jelas bahwa sebagai mahkluk hidup, kita perlu bergerak agar tetap dikatakan hidup. Pagi ini, iseng-iseng saya membuka Google dan melakukan pencarian informasi dengan kata kunci “hidup adalah”... yang saya temukan, hidup adalah permainan (dari berbagai sumber). Anak-anak kecil  sering memainkan permainan, dan proses bermain itu juga di sebut hidup. Menarik sekali. Ketika hidup adalah permainan, artinya ada banyak hal seru yang bisa kita dapatkan.

Hidup adalah permainan. Dalam permainan ada kalah dan menang, ada sedih dan bahagia, ada rasa cemas ada rasa berjuang dan banyak rasa-rasa lagi  yang belum tertulis disini. Semua itu akan menjadi seru apabila kita telah berserah diri pada Tuhan. Karena Tuhan yang akan mengatur segala sesuatu untuk kita yang PASTI nya akan berakhir dengan bahagia. Kita tidak akan mampu hidup tanpa pertolongan dari Tuhan, meski dengan atau tanpa berdoa. Yang membedakannya adalah kadar pertolongan yang kita dapatkan. Saya ingin menjadi orang yang selalu bersyukur.


Liria Lase
Pasar Usang,
14 Juli 2017


Hidup atau Bermain?

Rabu, 12 Juli 2017

Maaf, seringkali rinduku terungkap dalam cemburu,
Aku mencemburui sibuk-sibukmu
Aku rindu waktu-waktu bersama denganmu
Aku ingin menjadi rutinitas dalam hidupmu

Maaf, Sibukmu membunuhku
Membunuh perasaan dan harapan-harapan indah 
yang ku hayalkan dulu

Ketika pagi datang,
Aku selalu takut untuk menerima kenyataan
Kau yang sibuk kembali
Hingga malam menjadi larut
Kau masih menjadi orang tak peduli

Menurutmu apa yang akan terjadi sepuluh atau dua puluh tahun ke depan?
Sibukmu akan membuatmu kesepian
Dan jika terus berlanjut, kupastikan aku tak ada lagi dalam hidupmu
Pagi ini kuharap sibukmu adalah bersamaku
Bukan dengan rutinitas yang tanpa aku


Pasar Usang,
Juli, 2017

Aku Mencemburui Sibukmu

Selasa, 11 Juli 2017

Seseorang pernah berkata “Jangan terlalu baik sama orang, nanti kamu bisa di anggap bodoh. Kamu tau kan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik”. Sampai sekarang kata-kata dan ucapannya selalu teringat oleh saya ketika saya melakukan sesuatu kepada orang lain. Saya membenarkan perkataannya, namun untuk satu poin tentang kebaikan saya tidak setuju. Berbuat baik pada orang lain harus tetap dilakukan dilakukan. Tentang kadar berlebihan atau tidak, itu tergantung dari orang lain yang menanggapi. Ketika kita melakukan kebaikan kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas, tanpa berpikir akan ada imbalan yang kita terima dari orang tersebut, maka kita sudah melakukan hal baik.

Aku juga tidak tau, apakah ada kadar berlebihan untuk berbuat baik pada orang lain? Apakah ketika kita benar-benar berkorban untuk orang lain itu dapat di nilai berlebihan? Atau ketika kita rela sakit demi orang lain itu dianggap berlebihan? Atau ketika kebahagiaan orang lain yang menjadi prioritas kita itu dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan? Menurut saya, itu kembali lagi pada pandangan masing-masing orang.

Saya pernah melihat ilustrasi gambar tentang angka 6 dan angka 9. Masing-masing nya berada di sisi atas dan sisi bawah angka tersebut. Salah seorang menyebut bahwa itu angka 6 sedang yang lain menyebut itu angka 9. Siapa yang benar? Atau siapa yang salah? Keduanya sama-sama benar dan sama-sama salah. Mereka benar menurut pandangannya, dan mereka salah menurut pandangan orang lain.

Kembali lagi ke topik tentang terlalu baik dengan orang lain. Papa dan mama selalu mengingatkan agar anak-anaknya selalu menjadi orang yang baik, yang membantu orang lain, yang tidak membuat orang lain benci dengan keberadaan kita. Hal itu tertanam dan menjadi pengingat bagi kami. Dan papa atau mama tidak pernah mengatakan “jangan terlalu baik” pada orang lain. Mereka hanya mengingatkan agar “cerdiklah seperti ular dan tulus seperti merpati” - Matius 10:16
Rasanya nasehat ini sudah cukup menjelaskan tentang bagaimana kita bersikap di atas kepada orang lain. Ketika kita berbuat baik, sedang orang lain menganggap kita bodoh, itu artinya sesuatu sedang di tambahkan kepada kita. Jadi menurut saya, tidak ada istilah “Jangan terlalu baik”. Mungkin saja ada pendapat berbeda sih.


Liria Lase
Pasar Usang,

Juli, 2017

Cerdiklah Seperti Ular dan Tulus Seperti Merpati - Matius